PENDIDIKAN KETERAMPILAN SEJAK DINI

4 Januari 2017
image_pdfimage_print

Pendidikan Karakter Dalam Upaya Pembinaan Bangsa

            Pendidikan adalah sebuah komponen yang sangat penting di dunia, karena dunia membutuhkan orang-orang yang berpendidikan supaya dapat membangun suatu Negara yang maju dan berintegritas. Namun, selain tingkat pendidikan juga diperlukan karakter yang beradab dan memiliki nilai etika tinggi supaya dunia tidak hanya diisi oleh orang berpendidikan tinggi, melainkan disertai karakter yang mumpuni.

            Proses pendidikan dan pola belajar yang diterapkan di sekolah, terutama Indonesia, masih banyak yang hanya mementingkan aspek kognitif daripada aspek psikomotoriknya. Masih banyak pula guru-guru di sekolah yang hanya asal mengajar saja agar terlihat formal tanpa mengajarkan bagaimana etika-etika yang baik dalam kehidupan yang harus dilakukan.

            Membentuk siswa yang cerdas dan berkarakter bukanlah merupakan suatu proses yang mudah dan cepat. Hal tersebut memerlukan upaya yang terus menerus dilakukan dan beberapa refleksi mendalam untuk membuat keputusan secara moral dan ditindaklanjuti secara nyata, sehingga dapat menemukan cara yang efisien dalam menentukan pola pendidikan yang akan diterapkan.

            Tujuan utama pendidikan bukan hanya melahirkan insan yang cerdas, melainkan juga manusia yang berkarakter dan bermoral tinggi. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk dapat merealisasikan pola pendidikan karakter di sekolah.Konsep karakter yang tersedia dalam kurikulum tidaklah cukup apabila hanya diterapkan dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), namun juga harus dijalankan dan diterapkan. Seorang guru dapat mencontohkan konsep tersebut dengan terlebih dahulu menaati peraturan sekolah seperti tidak terlambat datang dan memulai pelajaran di dalam kelas, selain itu, menggunakan kata-kata yang santun dan tidak memaki siswa jika siswa melakukan kesalahan juga patut diterapkan oleh seorang pendidik.

            Pendidikan karakter memang membutuhkan campur tangan semua pihak di dalamnya. Guru, sebagai komponen terpenting di sekolah, berperan menerapkan pola pendidikan berkarakter di sekolah seperti halnya menaati peraturan di sekolah dan mengajar dengan cara yang beretika tinggi. Orang tua, sebagai komponen terpenting di rumah, hendaknya juga menerapkan pola pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan mendampingi anak belajar, mengajarkan tata karma dalam hal berbicara, dan juga mencontohkan kegiatan-kegiatan yang baik dalam keseharian.Selain guru dan orang tua, masyarakat juga berperan penting dalam penerapan pola pendidikan berkarakter bagi anak didik. Lingkungan masyarakat yang luas, sangat memengaruhi terhadap penanaman nilai-nilai etika yang terkandung di dalamnya. Menurut Quraish Shihab, situasi kemasyarakatan dengan nilai yang dianutnya, memengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan.

            Pendidikan karakter memang membutuhkan upaya dan waktu yang cukup lama, melalui lembaga sekolah, orang tua di rumah ataupun masyarakat di lingkungan sekitar anak didik.Perlu adanya hubungan kerjasama yang terus menerus diantara komponen-komponen yang terkait dalam proses pendidikan karakter. Namun yang terpenting adalah pendidikan karakter bukanlah sekedar teori ini itu, melainkan sebuah tindak lanjut dan praktik dari penanaman moral, nilai etika dan budi pekerti yang luhur yang terkandung dalam tujuan pendidikan. Pelajari, pahami, lalu terapkan dengan budi pekerti!

1+

2 Komentar

  • Fajar 4 Januari 2017pada6:23 pm

    Ini baru penting 😁

    0

    • Yuliana Wulansari 4 Januari 2017pada6:28 pm

      Terimakaih kak 🙂

      0

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read previous post:
nyala-alkali
VIDEO NYALA API PADA ALKALI TANAH

Berikut adalah video nyala pada golongan alkali tanah. Dapat diunduh DISINI http://youtube.com/watch?v=NEUbBAGw14k

Close